PERAN STATUS KEPEMILIKAN DALAM MEMODERASI HUBUNGAN FAKTOR SPESIFIK BANK DAN KREDIT BERMASALAH PADA PERBANKAN DI KAWASAN ASEAN-4 (Studi pada Bank Negara Dan Swasta di Kawasan ASEAN-4 Periode 2019 - 2024)

SYAHRANI, Diva Tarisa Lily and MUHARAM, Harjum,(19 December 2025), PERAN STATUS KEPEMILIKAN DALAM MEMODERASI HUBUNGAN FAKTOR SPESIFIK BANK DAN KREDIT BERMASALAH PADA PERBANKAN DI KAWASAN ASEAN-4 (Studi pada Bank Negara Dan Swasta di Kawasan ASEAN-4 Periode 2019 - 2024). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (207kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (198kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (199kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (260kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (231kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Stabilitas sektor perbankan merupakan pilar utama ketahanan ekonomi regional, di mana risiko kredit atau Non-Performing Loan Ratio (NPLR) menjadi indikator kunci. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor-faktor spesifik bank terhadap NPLR dan menganalisis peran moderasi status kepemilikan bank (BUMN) di lima negara ASEAN-4 (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina) dalam periode 2019 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan data panel dari 389 observasi dan diestimasi menggunakan model Fixed Effect model (FEM) untuk menangkap variasi antar bank serta dinamika temporal. Hasil pengujian regresi menunjukkan bahwa dari lima variabel independen yang digunakan, dua variabel terbukti berpengaruh signifikan terhadap NPLR, yaitu Return On Assets (ROA) dan variabel ukuran bank yang sama-sama memiliki pengaruh negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa bank yang lebih profitabel dan lebih besar cenderung memiliki tingkat NPL yang lebih rendah. Selain itu, hasil pengujian interaksi menunjukkan bahwa moderasi status kepemilikan bank memiliki pengaruh positif terhadap hubungan antara Cost To Income Ratio (CIR) dan Rasio Non-Performing Loans (NPL) menandakan bahwa efektivitas manajemen biaya terhadap kualitas kredit dapat berbeda berdasarkan kepemilikan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan bukti empiris yang menantang capital buffer di ASEAN dan menegaskan peran Bad Management sebagai determinan NPL yang paling kuat. Implikasi praktis bagi regulator adalah perlunya fokus pada pengawasan profitabilitas dan manajemen risiko saat bank memiliki permodalan berlebih, karena faktor kepemilikan tidak lagi menjadi penentu utama risiko.
Keywords : Credit Risk, Non-Performing Loans (NPL), Return on Assets (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Tire Size, Moral Hazard, Institutional Theory, ASEAN, Risiko Kredit, NPLR, ROA, CAR, Ukuran Bank, Moral Hazard, Teori Institusional, ASEAN
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Diva Tarisa Lily Syahrani
Date Deposited: 22 Dec 2025 08:42
Last Modified: 22 Dec 2025 08:42
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17469

Actions (login required)

View Item
View Item