WIJAYANI, Dianing Ratna and JANUARTI, Indira and RATMONO, Dwi,(20 October 2025), DETERMINAN FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING DENGAN WHISTLEBLOWING SYSTEM SEBAGAI VARIABEL MODERASI. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (406kB)
Download (163kB)
Download (164kB)
Download (531kB)
Download (726kB)
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Kecurangan di dunia korporasi dan pemerintahan menjadi masalah global
yang membuat kerugian finansial besar dan merusak tata kelola organisasi. Tujuan
dari disertasi ini adalah untuk menguji pengaruh fraud hexagon terhadap
kecenderungan fraudulent financial reporting dengan menempatkan
whistleblowing system sebagai variabel moderasi. Disertasi ini menggunakan
populasi sebanyak 1190 perusahaan manufaktur selama tahun 2018-2024. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga menghasilkan
sampel sebanyak 392 perusahaan manufaktur. Alat analisis untuk menguji hipotesis
dalam penelitian ini dengan menggunakan alat uji statistik E-Views.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan empat (4) dari dua belas (12)
hipotesis yang diajukan dapat diterima. Stimulus, capability, dan ego tidak
berpengaruh terhadap kecenderungan fraudulent financial reporting. Variabel
collution, opportunity dan rationalization berpengaruh positif terhadap
kecenderungan fraudulent financial reporting. Hasil pengujian moderasi
menunjukkan bahwa whistleblowing system tidak dapat memoderasi pengaruh
capability, rationalization, dan ego terhadap kecenderungan fraudulent financial
reporting.
Secara teoritis, temuan penelitian ini berimplikasi pada teori Fraud
Hexagon dengan menunjukkan bahwa beberapa faktor signifikan memengaruhi
kecenderungan fraudulent financial reporting, sementara faktor lain tidak memiliki
pengaruh. Temuan ini mengungkapkan bahwa collusion, opportunity, dan
rationalization berpengaruh positif terhadap kecenderungan kecurangan keuangan,
sesuai dengan proposisi teori Fraud Hexagon yang menyatakan bahwa kolusi,
peluang, dan rasionalisasi merupakan pemicu utama fraud. Di sisi lain stimulus,
capability, dan ego terbukti tidak berpengaruh, menunjukkan bahwa ketiga elemen
ini mungkin tidak selalu menjadi faktor kunci dalam konteks penelitian ini. Selain
itu, penelitian ini juga menguji peran whistleblowing system sebagai moderator.
Penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan, antara lain banyak sampel
terbuang pada riset, Oleh karena itu agenda untuk penelitian mendatang adalah
menggunakan sampel dengan memperluas sektor dan memperpanjang rentan
waktu penelitian, menggunakan pengukuran lain untuk pengukuran opportunity
jika menggunakan proksi dewan komisaris bisa dengan kualitas dan kompetensi
anggota dewan, frekuensi dan kedalaman rapat dewan komisaris/komite audit
| Keywords : | Fraud Hexagon, Stimulus, Capability, Collusion, Opportunity, Rationalization, Ego, Whistleblowing System, Fraud Hexagon, Stimulus, Capability, Collution, Opportunity, Rationalization, Ego, Whistleblowing Syst |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (PhD) |
| Subjects: | Akuntansi |
| Depositing User: | dianing ratna wijaya |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 07:13 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 07:16 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17498 |


