HARNANTO, Fauziyah Alfitri and CHARIRI, Anis,(19 December 2025), KESADARAN FRAUD, KOMITMEN PROFESIONAL, DAN NIAT WHISTLEBLOWING DALAM ACADEMIC FRAUD: ANCAMAN SOSIAL DAN REWARDS SEBAGAI MODERASI. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (341kB)
Download (334kB)
Download (335kB)
Download (362kB)
Download (362kB)
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Fenomena meningkatnya kecurangan akademik di Indonesia, mulai dari plagiarisme, menyontek, hingga penggunaan jasa joki, menggambarkan lemahnya internalisasi etika akademik dan berpotensi mengancam integritas calon akuntan profesional. Kondisi ini diperparah oleh kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang membuka celah baru dalam praktik fraud. Di sisi lain, niat whistleblowing sebagai mekanisme penting untuk mendeteksi pelanggaran masih rendah karena dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh Kesadaran Fraud dan Komitmen Profesional terhadap Niat Whistleblowing mahasiswa dalam konteks Academic Fraud menggunakan perspektif Teori Atribusi (Weiner, 1985), serta menguji peran moderasi Ancaman Sosial dan Rewards.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 230 mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Diponegoro yang dipilih menggunakan metode purposive sampling, dengan 224 data yang dinyatakan layak untuk dianalisis. Instrumen penelitian berupa kuesioner berskala Likert lima poin yang mengukur variabel utama: Kesadaran Fraud, Komitmen Profesional, Niat Whistleblowing, Ancaman Sosial, dan Rewards. Analisis data dilakukan menggunakan metode SEM-PLS melalui software WarpPLS 7.0, meliputi pengujian model pengukuran, model struktural, serta analisis efek moderasi untuk memastikan signifikansi hubungan antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesadaran Fraud dan Komitmen Profesional masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat whistleblowing mahasiswa. Temuan ini diinterpretasikan melalui proses atribusi, di mana mahasiswa memandang academic fraud sebagai pelanggaran yang disengaja, berulang, dan dapat dikendalikan. Ancaman Sosial terbukti memperlemah hubungan Komitmen Profesional terhadap Niat Whistleblowing. Namun sebaliknya, Ancaman Sosial justru memoderasi hubungan Kesadaran Fraud secara positif, yang berarti ancaman memperkuat pengaruh Kesadaran Fraud terhadap niat melapor. Di sisi lain, Rewards terbukti memperkuat hubungan antara Kesadaran Fraud dan Niat Whistleblowing, tetapi tidak mampu memperkuat ataupun memperlemah hubungan Komitmen Profesional dengan Niat Whistleblowing. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa baik faktor internal maupun eksternal, keduanya berperan penting dalam membentuk niat whistleblowing mahasiswa melalui kerangka kognitif atribusi terhadap fraud.
| Keywords : | Academic Fraud, Whistleblowing Intention, Attribution Theory, Fraud Awareness, Professional Commitment, Social Threat, Rewards, Academic Fraud, Niat Whistleblowing, Attribution Theory, Kesadaran Fraud, Komitmen Profesional, Ancaman Sosial, Rewards |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Akuntansi |
| Depositing User: | Fauziyah Alfitri Harnanto |
| Date Deposited: | 24 Dec 2025 08:01 |
| Last Modified: | 24 Dec 2025 08:01 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17522 |


