AKDIWIDJAYA, Reza Surya and MAWARDI, Wisnu,(16 December 2025), PENGARUH RISIKO KREDIT TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA BANK PEREKONOMIAN RAKYAT KONVENSIONAL DI INDONESIA (STUDI KOMPARASI ANTARA BPR DIMILIKI SWASTA DAN PEMERINTAH DAERAH). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (277kB)
Download (317kB)
Download (410kB)
Download (393kB)
Download (413kB)
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Bank Perekonomian Rakyat (BPR) memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian lokal melalui fungsi intermediasi keuangan, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Firm Size terhadap Return on Assets (ROA) pada BPR Swasta dan BPR Pemda di Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi berganda, menggunakan data sekunder dari laporan keuangan tahunan BPR Swasta dan Pemda periode 2019-2024. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari total populasi, diperoleh 92 BPR Swasta dan 92 BPR Pemda dengan total observasi awal sebanyak 1100, kemudian dilakukan outlier trimming untuk meningkatkan validitas, sehingga diperoleh 302 observasi BPR Swasta dan 488 observasi BPR Pemda yang dianalisis. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 26.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada BPR Swasta, variabel NPL berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, CAR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, LDR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, sementara Firm Size tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Pada BPR Pemda, hasil menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, CAR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan Firm Size berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,209 atau 20,4% untuk BPR Swasta dan untuk BPR Pemda sebesar 0,204 atau 20,4% variabel independen mampu menjelaskan variasi ROA.
Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengendalian kredit bermasalah (NPL), penguatan modal (CAR), serta efektivitas penyaluran kredit (LDR) yang berkualitas dalam meningkatkan kinerja keuangan BPR. Selain itu, pengelolaan skala aset (Firm Size) perlu dioptimalkan, terutama pada BPR Pemda, agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan profitabilitas. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada literatur perbankan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas BPR serta memberikan masukan praktis bagi manajemen bank dan regulator dalam merumuskan kebijakan perbankan daerah.
| Keywords : | Non-Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Firm Size, Return on Assets (ROA), Rural Bank (BPR)., Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Firm Size, Return on Assets (ROA), Bank Perekonomian Rakyat (BPR). |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | Manajemen |
| Depositing User: | Reza Surya Akdiwidjaya |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 03:24 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 03:24 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17633 |


