FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENYESUAIAN ANALISIS STANDAR BELANJA (ASB) PADA PEMERINTAH DAERAH

PRASETYO, Wahyu Eko and HARYANTO, Haryanto,(18 December 2025), FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENYESUAIAN ANALISIS STANDAR BELANJA (ASB) PADA PEMERINTAH DAERAH. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (671kB)
[thumbnail of Abstract (Inggris)] Text (Abstract (Inggris)) - Published Version
Download (718kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (882kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (863kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (809kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmark] Text (Fulltext PDF Bookmark)
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menganalis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi penyesuaian Analisis Standar Belanja (ASB) pada pemerintah daerah. Hampir semua daerah sudah melakukan penyesuaian dokumen ASB sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 77 Tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah dan wajib mengimplementasikannya pada tahun 2022. Namun, sampai dengan tahun 2024 banyak yang belum menggunakannya sebagai dasar penyusunan APBD. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh aspek rasional, penyempurnaan sistem, perubahan perilaku anggaran dan dominasi logika teknokratik terhadap variabel implementasi penyesuaian ASB. Metodologi penelitian dengan pendekatan campuran, hasil kuantitatif digunakan untuk sebagai instrumen kritik atas fenomena yang terjadi, studi lapangan pada pemerintah kabupaten/kota dan provinsi di Jawa Tengah. Dari 101 responden yang mewakili jabatan dan atau tugas, dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria pernah terlibat dalam penyusunan ASB. Alat analisis yang digunakan adalah SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek rasional, penyempurnaan sistem, perubahan perilaku anggaran dan dominasi logika teknokratik, secara parsial dan simultan berpengaruh positif signifikan terhadap implementasi penyesuaian ASB. Temuan ini secara teoretis membuktikan masih berlakunya New Institusional Theory, khususnya konsep isomorfisma koersif dan mimetik, dalam proses penyesuaian ASB. Namun, penelitian ini juga menunjukkan adanya fenomena decoupling, di mana kepatuhan administratif dalam penyusunan dokumen belum berbanding lurus dengan penggunaan substansialnya dalam penganggaran daerah. Hasil ini mengimplikasikan perlunya reorientasi kebijakan dari sekadar pemenuhan legitimasi menuju penguatan integritas data penganggaran.
Keywords : Analysis of Standards Expenditure (ASB), New Institutional Theory (NIT), Legitimacy, Regional Budgeting (APBD), Decoupling., Analisis Standar Belanja (ASB), New Institusional Theory (NIT), Legitimasi, Penyusunan APBD, Decoupling.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Akuntansi
Depositing User: Mr Wahyu Eko Prasetyo
Date Deposited: 19 Jan 2026 06:23
Last Modified: 19 Jan 2026 06:23
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17635

Actions (login required)

View Item
View Item