ANALISIS KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN PADA ANGGARAN PENDAPATAN, BELANJA, DAN PEMBIAYAAN DAERAH (APBD) (Studi Pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sukoharjo Periode 2015-2024)

AZIZAH, Isnaini Nur and HARYANTO, Haryanto,(13 March 2026), ANALISIS KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN PADA ANGGARAN PENDAPATAN, BELANJA, DAN PEMBIAYAAN DAERAH (APBD) (Studi Pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sukoharjo Periode 2015-2024). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (282kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (392kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (287kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (417kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (582kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan daerah Kabupaten Sukoharjo selama periode sepuluh tahun (2015-2024) melalui pendekatan rasio keuangan pada sektor pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Metode penelitian menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan yang didapatkan dari BPKPAD menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan instrumen analisis yang mencakup varians, pertumbuhan, efektivitas, efisiensi, keserasian, serta analisis pembiayaan melalui SiLPA dan dana cadangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Sukoharjo masih memiliki tingkat ketergantungan fiskal yang tinggi terhadap pemerintah pusat, di mana pendapatan transfer mendominasi struktur APBD dengan rata-rata 74,49%, sementara kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan kemandirian 30,21%. Dari sisi belanja, ditemukan adanya kekakuan fiskal yang ditandai dengan dominasi Belanja Operasi yang mencapai puncaknya sebesar 87,91% pada tahun 2024, sementara Belanja Modal tergerus hingga titik terendah 12,07%. Meskipun penyerapan anggaran dinilai sangat efisien dengan rasio 94,44%, tingginya belanja rutin berakibat pada tekanan likuiditas di sektor pembiayaan. Hal ini dibuktikan dengan tren negatif pertumbuhan SiLPA sebesar -25,15% dan semakin berkurangnya saldo Dana Cadangan dari tahun ke tahun. Dampak pandemi COVID-19 pada 2020 sampai 2022 semakin memperburuk struktur ini melalui kebijakan refocusing yang menghambat investasi infrastruktur jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan perlunya reformasi struktur belanja dan optimalisasi kemandirian fiskal guna menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Keywords : Regional Financial Performance, Financial Ratio Analysis, Regional Budget Management., Kinerja Keuangan Daerah, Analisis Rasio Keuangan, Pengelolaan APBD.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Akuntansi
Depositing User: Isnaini Nur Azizah
Date Deposited: 25 Mar 2026 07:10
Last Modified: 25 Mar 2026 07:10
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17836

Actions (login required)

View Item
View Item