MAKNA KERJA DAN STRES KERJA AKIBAT PENGGUNAAN DOUBLE PLATFORM PADA PEKERJA GIG ECONOMY (Studi Fenomenologi pada Mitra Driver Shopeefood di Komunitas Driver Shopee Krobokan, Semarang)

SAPUTRA, Fikar Tito and MAS'UD, Fuad,(13 May 2026), MAKNA KERJA DAN STRES KERJA AKIBAT PENGGUNAAN DOUBLE PLATFORM PADA PEKERJA GIG ECONOMY (Studi Fenomenologi pada Mitra Driver Shopeefood di Komunitas Driver Shopee Krobokan, Semarang). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (243kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (297kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (280kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (266kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (299kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Perkembangan gig economy menghadirkan pola kerja fleksibel yang memungkinkan pekerja menggunakan lebih dari satu platform (double platform) untuk meningkatkan pendapatan. Namun, kondisi tersebut juga menimbulkan konsekuensi berupa meningkatnya stres kerja akibat tekanan algoritmik, ketidakpastian pendapatan, serta tuntutan kerja yang simultan. Meskipun demikian, banyak pengemudi ShopeeFood tetap memilih bertahan dalam kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kerja, pengalaman stres kerja, serta strategi coping yang dilakukan oleh driver ShopeeFood dalam penggunaan double platform. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan yang tergabung dalam Komunitas Driver Shopee Krobokan (DSK) Semarang, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kerja menjadi faktor utama yang mendorong driver untuk tetap bertahan. Pekerjaan dimaknai sebagai bentuk ibadah, amanah, dan tanggung jawab terhadap keluarga, sehingga memberikan nilai moral dan spiritual dalam bekerja. Di sisi lain, penggunaan double platform memunculkan berbagai bentuk stres kerja, seperti kecemasan akibat tuntutan waktu dan performa, konflik peran antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta kelelahan fisik akibat durasi kerja yang panjang. Meskipun demikian, tingkat kesejahteraan kerja dirasakan secara relatif, di mana kepuasan kerja muncul dari stabilitas pendapatan, kesehatan fisik bergantung pada kemampuan menjaga diri, keberlanjutan kerja dipersepsikan tidak pasti, serta hubungan sosial dalam komunitas driver menjadi sumber dukungan yang positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna kerja berperan sebagai fondasi utama yang membentuk ketahanan (resilience) driver dalam menghadapi stres kerja. Sementara itu, strategi coping dilakukan secara adaptif melalui pengaturan waktu kerja, penggunaan double platform sebagai strategi pendapatan, serta pemanfaatan dukungan sosial dari komunitas. Pekerja gig tidak hanya bersifat pasif terhadap tekanan kerja, tetapi secara aktif membangun makna dan strategi bertahan dalam sistem kerja digital yang dinamis.
Keywords : Meaning of Work, Work Stress, Gig Economy, Double Platform, ShopeeFood Drivers, Coping Strategie, Makna Kerja, Stres Kerja, Gig Economy, Double Platform, Driver ShopeeFood, Strategi Coping
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Fikar Tito Saputra
Date Deposited: 05 Jun 2026 06:11
Last Modified: 05 Jun 2026 06:50
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18095

Actions (login required)

View Item
View Item