AFIFAH, Lulu Islami Nur and MAWARDI, Wisnu,(5 June 2026), PERAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KONDISI FINANCIAL DISTRESS DENGAN GENDER DIVERSITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi pada Perusahaan Non-Keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2024). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (346kB)
Download (297kB)
Download (405kB)
Download (490kB)
Download (301kB)
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mekanisme corporate governance terhadap financial distressdengan gender diversity sebagai variabel moderasi pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Mekanisme corporate governance dalam penelitian ini diproksikan melalui kepemilikan institusional, kepemilikan keluarga, kepemilikan asing, ukuran dewan direksi, dan proporsi komisaris independen. Gender diversity diuji melalui proporsi perempuan dalam dewan direksi dan proporsi perempuan dalam komisaris independen. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keuangan perusahaan, Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.
Sampel penelitian terdiri atas 215 perusahaan non-keuangan dengan total 1.075 observasi. Financial distress diukur menggunakan Altman Z-Score yang ditransformasikan dengan mengalikan nilai Z-Score dengan -1 agar arah interpretasi sesuai dengan konsep risiko kesulitan keuangan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model dan koreksi robust standard errors.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, kepemilikan keluarga, dan ukuran dewan direksi berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. Sebaliknya, kepemilikan asing berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress, sedangkan proporsi komisaris independen tidak terbukti berpengaruh signifikan. Hasil pengujian moderasi menunjukkan bahwa proporsi perempuan dalam dewan direksi memperkuat pengaruh ukuran dewan direksi dalam menurunkan financial distress. Namun, proporsi perempuan dalam komisaris independen tidak terbukti memoderasi pengaruh komisaris independen terhadap financial distress. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas corporate governance dalam menekan risiko financial distress tidak hanya bergantung pada keberadaan struktur tata kelola, tetapi juga pada jenis mekanisme, posisi aktor tata kelola, dan peran substantif perempuan dalam proses pengambilan keputusan strategis perusahaan.
| Keywords : | corporate governance, financial distress, gender diversity, institutional ownership, board of directors, corporate governance, financial distress, gender diversity, kepemilikan institusional, dewan direksi |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | Manajemen |
| Depositing User: | Lulu Islami Nur Afifah |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 04:34 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 04:35 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18182 |


