ANALISIS PENINGKATAN LIKUIDITAS DAN EFISIENSI ARUS KAS MELALUI SKEMA SUPPLY CHAIN FINANCING STUDI KASUS: NASABAH SEKTOR AGRIBISNIS DARI PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK

RAHADI, Hadrian and PERDHANA, Mirwan Surya,(18 June 2026), ANALISIS PENINGKATAN LIKUIDITAS DAN EFISIENSI ARUS KAS MELALUI SKEMA SUPPLY CHAIN FINANCING STUDI KASUS: NASABAH SEKTOR AGRIBISNIS DARI PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (315kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (445kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (446kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (421kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (336kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi skema Supply Chain Financing (SCF) terhadap peningkatan likuiditas dan efisiensi arus kas, dengan studi kasus pada nasabah sektor agribisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sektor agribisnis sering menghadapi ketidakseimbangan likuiditas akibat panjangnya rantai pasok dan sistem pembayaran berbasis termin yang menekan pemasok skala kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method) dengan desain sequential explanatory. Tahap pertama mengumpulkan data kuantitatif melalui kuesioner kepada nasabah agribisnis (UMKM/pemasok). Tahap kedua memperdalam temuan melalui studi kasus eksploratif dengan wawancara mendalam kepada perusahaan inti (anchor firm) dan pemasok yang menggunakan skema SCF Account Payable (AP) maupun SCF Account Receivable (AR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antar-stakeholder merupakan determinan utama yang paling memengaruhi efektivitas implementasi SCF. Perusahaan inti memegang peran strategis sebagai pusat kepercayaan (trust anchor) yang kredibilitasnya menjadi dasar utama bagi bank dalam menyalurkan pembiayaan. Implementasi SCF AP dan SCF AR terbukti mampu mempercepat siklus konversi kas dan meningkatkan likuiditas secara signifikan ; skema SCF AP memberikan fleksibilitas pengelolaan kas keluar bagi pembeli, sementara SCF AR mempercepat arus kas masuk bagi pemasok. Hambatan utama dalam implementasi mencakup kendala integrasi sistem digital, kesiapan administrasi, dan perbedaan pemahaman antar pihak. Namun, peluang pengembangan melalui digitalisasi layanan dan penguatan kolaborasi sangat terbuka lebar. Kesimpulannya, efektivitas SCF tidak semata bergantung pada ketersediaan fasilitas finansial, melainkan pada ekosistem kolaboratif yang terintegrasi antar stakeholder. Implikasi penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan digitalisasi sistem secara end-to-end dan penguatan sinergi antara bank, pembeli, dan pemasok untuk mencapai efisiensi rantai pasok yang berkelanjutan.
Keywords : Supply Chain Financing, Liquidity, Cash Flow Efficiency, Stakeholder Theory, Agribusiness., Supply Chain Financing, Likuiditas, Efisiensi Arus Kas, Teori Stakeholder, Agribisnis.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Hadrian Rahadi
Date Deposited: 13 Jul 2026 04:53
Last Modified: 13 Jul 2026 04:53
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18661

Actions (login required)

View Item
View Item