HARYANDA, Feren and ROHMAN, Abdul,(19 September 2025), PENGARUH KEBIJAKAN KERINGANAN TARIF PAJAK DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PBB DENGAN DAMPAK DIGITALISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (206kB)
Download (269kB)
Download (278kB)
Download (441kB)
Download (358kB)
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh
kebijakan keringanan tarif pajak dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta menguji peran digitalisasi sebagai variabel
moderasi dalam hubungan tersebut. Pajak Bumi dan Bangunan merupakan salah satu
sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah, namun tingkat kepatuhan wajib
pajak PBB masih belum optimal di berbagai wilayah. Pemerintah daerah seperti Kota
Semarang telah mengimplementasikan berbagai kebijakan fiskal, termasuk insentif
keringanan tarif dan penegakan sanksi, serta mendorong digitalisasi pelayanan
perpajakan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Namun demikian,
efektivitas gabungan kebijakan ini terhadap kepatuhan wajib pajak perlu ditelusuri
lebih lanjut, khususnya dalam konteks peran digitalisasi sebagai faktor yang
memoderasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei
melalui penyebaran kuesioner kepada 100 wajib pajak PBB di Kota Semarang
yang dipilih secara purposive. Pengujian data dilakukan menggunakan analisis
Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (SmartPLS).
Variabel independen dalam penelitian ini adalah kebijakan keringanan tarif pajak dan
sanksi pajak, variabel dependen adalah kepatuhan wajib pajak PBB, dan digitalisasi
berperan sebagai variabel moderasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kebijakan keringanan tarif pajak
maupun sanksi pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Selain itu,
digitalisasi tidak memoderasi hubungan antara kebijakan keringanan tarif pajak
dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Temuan ini mengindikasikan
bahwa peran teknologi digital lebih efektif mendukung kebijakan berbasis insentif
dibandingkan kebijakan berbasis sanksi. Implikasi praktis dari penelitian ini
menunjukkan pentingnya penguatan kompetensi digital dalam mendukung strategi
kepatuhan berbasis insentif.
| Keywords : | Tax Relief Policy, Tax Sanction, Digitalization, Land and Building Tax Compliance, Slippery Slope Framework, Kebijakan Keringanan Tarif Pajak, Sanksi Pajak, Digitalisasi, Kepatuhan Wajib Pajak PBB, Slippery Slope Framework. |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | Akuntansi |
| Depositing User: | Faren Haryanda |
| Date Deposited: | 25 Sep 2025 06:09 |
| Last Modified: | 25 Sep 2025 06:10 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17163 |


