PERMINTAAN LAYANAN STREAMING DIGITAL: STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO

PANJAITAN, Sepania Anggita Yolanda and PURWANTI, Evi Yulia,(10 June 2026), PERMINTAAN LAYANAN STREAMING DIGITAL: STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of COVER] Text (COVER) - Published Version
Download (154kB)
[thumbnail of ABSTRAK (Inggris)] Text (ABSTRAK (Inggris)) - Published Version
Download (431kB)
[thumbnail of ABSTRAK (Indonesia)] Text (ABSTRAK (Indonesia)) - Published Version
Download (549kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (474kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Perubahan harga layanan streaming digital, termasuk akibat kebijakan seperti pajak digital, berpotensi mendorong pergeseran konsumsi dari layanan legal ke ilegal. Fenomena ini relevan pada kelompok mahasiswa sebagai pengguna aktif layanan streaming digital dengan karakteristik konsumsi yang dipengaruhi oleh keterbatasan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permintaan layanan streaming film dan musik, baik legal maupun ilegal pada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Pendekatan analisis yang digunakan adalah Quadratic Almost Ideal System (QUAIDS) untuk mengestimasi pangsa pengeluaran dan permintaan layanan streaming. Pangsa pengeluaran empat kelompok layanan streaming, yaitu netflix, spotify, layanan ilegal film, dan layanan ilegal musik digunakan sebagai variabel dependen dalam penelitian ini. Sementara itu, harga layanan dan total pengeluaran sebagai proksi pendapatan merupakan variabel independen, serta variabel demografi berupa jenis kelamin dan status pekerjaan. Kata kunci Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar layanan bersifat inelastis terhadap harga, kecuali spotify yang lebih responsif. Layanan ilegal musik menunjukkan hubungan positif antara harga dan permintaan yang tidak tunduk pada hukum permintaan. Hubungan antar layanan menunjukkan adanya substitusi antara spotify dan layanan musik ilegal, serta hubungan komplementer pada layanan lainnya. Dari sisi pendapatan, layanan legal tergolong sebagai barang mewah, sedangkan layanan ilegal musik merupakan barang Giffen. Selain itu, perbedaan jenis kelamin berpengaruh terhadap konsumsi layanan musik, sementara status pekerjaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil temuan penelitian ini dapat memberikan implikasi kebijakan, seperti PPN PMSE dalam mempertimbangkan perbedaan responsivitas antar layanan serta potensi pergeseran konsumsi ke layanan ilegal.
Keywords : Digital Streaming Services, Illegal Streaming Services, QUAIDS, Elasticity, Layanan Streaming Digital, Layanan Ilegal, QUAIDS, Elastisitas
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Sepania Anggita Yolanda Panjaitan
Date Deposited: 26 Jun 2026 04:01
Last Modified: 26 Jun 2026 04:02
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18405

Actions (login required)

View Item
View Item