OVEREDUCATION DAN UPAH DI INDONESIA (SURVEI ANGKATAN KERJA NASIONAL TAHUN 2023)

LARASANDY, Anggretta Divanya and KIRANA, Mayanggita,(10 August 2026), OVEREDUCATION DAN UPAH DI INDONESIA (SURVEI ANGKATAN KERJA NASIONAL TAHUN 2023). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (3MB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (3MB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (3MB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (344kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (1MB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Peningkatan jumlah lulusan pendidikan tinggi di Indonesia yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja berkeahlian tinggi memunculkan fenomena ketidaksesuaian pendidikan, khususnya overeducation, yang berpotensi memengaruhi tingkat upah pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberadaan overeducation di Indonesia, pengaruhnya terhadap upah pekerja, serta perbedaan pengaruh tersebut berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Agustus 2023 dengan 160.251 pekerja sebagai unit analisis. Ketidaksesuaian pendidikan diukur menggunakan pendekatan realized matches, sedangkan pengaruh overeducation terhadap upah dianalisis menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) dan model Heckman Two-Step dengan mengendalikan karakteristik individu dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23,35% pekerja di Indonesia mengalami ketidaksesuaian pendidikan, dengan 10,61% di antaranya tergolong overeducated. Estimasi OLS dan Heckman Two-Step menunjukkan bahwa overeducation berpengaruh positif dan signifikan terhadap upah, di mana pekerja overeducated memperoleh upah sekitar 9,93% lebih tinggi dibandingkan pekerja yang pendidikannya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan (adequately matched). Namun, pekerja perempuan memperoleh wage premium yang lebih rendah dibandingkan laki-laki, sehingga menunjukkan masih adanya ketimpangan pengembalian pendidikan di pasar kerja Indonesia.
Keywords : Educational Mismatch, Overeducation, Wage, Heckman Two-Step, Ketidaksesuaian Pendidikan, Overeducation, Upah, Heckman Two- Step
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Anggretta Divanya Larasandy
Date Deposited: 10 Aug 2026 07:31
Last Modified: 10 Aug 2026 07:35
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18749

Actions (login required)

View Item
View Item