MODEL SIMULTAN DUA ARAH KORUPSI DAN KESEJAHTERAAN: STUDI EMPIRIS DI KAWASAN SUB SAHARA AFRIKA, ASIA SELATAN, DAN ASIA TENGGARA (2012–2022)

RUNINDYO, Andi Septiana and ISKANDAR, Deden Dinar,(4 July 2025), MODEL SIMULTAN DUA ARAH KORUPSI DAN KESEJAHTERAAN: STUDI EMPIRIS DI KAWASAN SUB SAHARA AFRIKA, ASIA SELATAN, DAN ASIA TENGGARA (2012–2022). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (98kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (4MB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (4MB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (170kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (4MB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Korupsi merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh negaranegara di Sub-Sahara Afrika, Asia Selatan, dan ASEAN, dengan dampak yang bervariasi terhadap kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh korupsi secara simultan terhadap kesejahteraan di ketiga kawasan tersebut dengan menggunakan pendekatan TwoStage Least Squares (2SLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa korupsi memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesejahteraan di Sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan, sedangkan di ASEAN dampaknya lebih kompleks, dan dalam beberapa kasus menunjukkan korelasi positif. Temuan tersebut mendukung teori Sand the Wheels, yang menyatakan bahwa korupsi menghambat pertumbuhan ekonomi melalui ketidakpastian hukum dan kemerosotan kelembagaan. Sementara itu, dalam beberapa kondisi birokrasi yang sangat kaku, korupsi dapat berfungsi sebagai katalisator ekonomi menurut teori Grease the Wheels, meskipun efek jangka panjangnya tetap merugikan. Variabel kelembagaan dan hukum terbukti memiliki peran yang signifikan dalam mengurangi tingkat korupsi, sementara peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Asia Selatan dan ASEAN berkorelasi negatif dengan tingkat korupsi. Berdasarkan hasil tersebut, kebijakan yang berfokus pada penguatan lembaga, penegakan hukum yang lebih ketat, peningkatan investasi dalam sumber daya manusia, dan reformasi regulasi untuk mengurangi inefisiensi birokrasi direkomendasikan. Kolaborasi regional juga harus ditingkatkan untuk mempercepat reformasi antikorupsi dan meningkatkan transparansi dalam tata kelola.
Keywords : Welfare, Corruption, Sub-Saharan Africa, South-Asia, ASEAN, Kesejahteraan, Korupsi, Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan, ASEAN
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Andi Septiana Runindyo
Date Deposited: 04 Jul 2025 09:27
Last Modified: 25 Jul 2025 08:42
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/16712

Actions (login required)

View Item
View Item