PERILAKU KONTRA-PRODUKTIF (COUNTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOUR) DI SEKTOR INFORMAL (Studi Fenomenologi Pada Pemilik UKM dan Pekerja UKM Generasi Z di Pasar Ciawi Tasikmalaya)

MAHMUD, Renaldi and LATARUVA, Eisha,(22 December 2025), PERILAKU KONTRA-PRODUKTIF (COUNTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOUR) DI SEKTOR INFORMAL (Studi Fenomenologi Pada Pemilik UKM dan Pekerja UKM Generasi Z di Pasar Ciawi Tasikmalaya). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (359kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (366kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (320kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (393kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (347kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna subjektif dan dinamika kontekstual Counterproductive Work Behaviour (CWB) pada pekerja Generasi Z di sektor informal, dengan menempatkan perspektif pemilik UKM dan pekerja sebagai unit pengalaman yang saling berkelindan. Berpijak pada paradigma interpretatif dan filsafat fenomenologi hermeneutik, studi ini memandang CWB bukan semata deviasi perilaku individual, melainkan ekspresi bermakna dari relasi kerja, emosi, dan ketegangan nilai dalam ekosistem kerja informal. Menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan (lima pemilik kios dan lima pekerja Gen Z) di Pasar Tradisional Ciawi, Tasikmalaya. Proses analisis dilakukan secara idiografis dan refleksif melalui tahapan double hermeneutic, dengan dukungan catatan lapangan dan member checking untuk memastikan kredibilitas dan ketelitian interpretasi. Temuan menunjukkan bahwa CWB termanifestasi dalam tiga dimensi utama yaitu poor behaviour, misuse of organisational resources, dan inappropriate communication, namun dengan artikulasi kontekstual khas sektor informal. Dua perluasan konseptual muncul secara idiografis, yakni informational misuse (kebocoran kode barang dan informasi biaya) serta sifat publik komunikasi kerja, yang mengubah deviasi interpersonal menjadi kerugian organisasional secara langsung. Studi ini juga mengonfirmasi tiga pemicu utama CWB yaitu stres kerja, persepsi ketidakadilan, dan emosi negatif akibat ancaman harga diri dengan jalur emosi negatif menjadi determinan paling dominan pada pekerja Gen Z. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan literatur CWB melalui kontekstualisasi fenomenologis di sektor informal dengan ruang layanan terbuka, sekaligus menawarkan implikasi manajerial berbiaya rendah yang sensitif secara psikologis dan kultural. Secara lebih luas, temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan fenomenologi dalam ilmu manajemen untuk menjembatani teori perilaku kerja dengan realitas sosial-ekonomi yang belum terstandarisasi.
Keywords : Counterproductive Work Behaviour; Generation Z; Informal Sector; Traditional Market SMEs; Interpretative Phenomenology, Counterproductive Work Behaviour; Generasi Z; Sektor Informal; UKM Pasar Tradisional; Fenomenologi Interpretatif
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Renaldi Mahmud
Date Deposited: 29 Dec 2025 08:04
Last Modified: 29 Dec 2025 08:04
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17540

Actions (login required)

View Item
View Item