BOROLLA, Johanis Darwin,(19 May 2025), PERAN INVESTASI AKTIVA TETAP BERORIENTASI KEPEMILIKAN MANAJERIAL DALAM MEMEDIASI PENGARUH KONEKSI POLITIK TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA (Studi Pada Perusahaan Non Keuangan di Bursa Efek Indonesia). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (9MB)
Download (9MB)
Download (9MB)
Download (9MB)
Download (9MB)
Restricted to Repository staff only
Download (9MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini mengkaji hubungan kompleks antara koneksi politik dan kinerja perusahaan dalam konteks negara berkembang, dengan fokus pada sistem dewan dua tingkat (two-tier board) di Indonesia. Koneksi politik sering dipandang sebagai aset strategis yang dapat memfasilitasi akses terhadap kontrak pemerintah, kemudahan regulasi, dan insentif fiskal. Namun, temuan empiris menunjukkan hasil yang beragam sebagian mendukung pengaruh positif koneksi politik, sementara lainnya menyoroti inefisiensi dan distorsi tata kelola. Untuk menjawab kesenjangan ini, penelitian ini memperkenalkan variabel mediasi baru, yaitu Investasi Aktiva Tetap Berorientasi Kepemilikan Manajerial (IATKM), yang merepresentasikan keputusan investasi pada aset tetap yang diarahkan oleh manajer yang juga memiliki saham di perusahaan.
Dengan mengacu pada Resource Dependence Theory (RDT), Resource Based View (RBV), dan teori keagenan, penelitian ini berargumen bahwa koneksi politik hanya akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan apabila didukung oleh mekanisme tata kelola internal yang kuat, seperti kepemilikan manajerial. Dalam kerangka ini, koneksi politik diposisikan sebagai sumber daya eksternal strategis, sementara IATKM berfungsi sebagai mekanisme internal yang mengarahkan pemanfaatan sumber daya tersebut ke dalam investasi aktiva tetap yang produktif. Perspektif RBV mendukung pandangan bahwa investasi ini, bila dikelola secara strategis, akan menghasilkan keunggulan kompetitif; sedangkan teori keagenan menjelaskan bahwa kepemilikan saham oleh manajemen menyelaraskan kepentingan manajer dan pemegang saham, sehingga mendorong pengambilan keputusan investasi yang lebih disiplin dan berorientasi jangka panjang.
Analisis empiris dilakukan menggunakan data panel dari 381 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015–2022, menghasilkan 3.048 observasi tahunan. Koneksi politik dipetakan pada kedua dewan, dan ditemukan lebih terkonsentrasi pada dewan komisaris. Pengujian hipotesis dilakukan dalam dua tahap: tanpa dan dengan variabel kontrol. Model awal menunjukkan bahwa koneksi politik berpengaruh positif terhadap Return on Assets (ROA), dan bahwa IATKM memediasi hubungan ini secara signifikan, khususnya pada dewan direksi. Namun, ketika variabel kontrol seperti ukuran
perusahaan dan leverage dimasukkan, pengaruh koneksi politik menjadi tidak signifikan atau bahkan negatif. Meskipun demikian, IATKM tetap menunjukkan pengaruh positif dan mampu memediasi dampak negatif koneksi politik dalam konteks tata kelola tertentu.
Temuan ini menegaskan bahwa koneksi politik tidak cukup untuk meningkatkan kinerja perusahaan tanpa dukungan insentif internal. IATKM tampil sebagai alat strategis yang memperluas pemahaman teoretis sekaligus menawarkan solusi tata kelola praktis bagi perusahaan di lingkungan institusional yang sarat relasi politik.
| Keywords : | Political Connections, Board of Directors, Board of Commissioners, Managerial Ownership, Investment, Return on Assets, Koneksi Politik, Dewan Direksi, Dewan Komisaris, Kepemilikan Manajerial, Investasi, Return on Asset |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (PhD) |
| Subjects: | Manajemen |
| Depositing User: | Dr Johanis Darwin Borolla |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 06:23 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 06:25 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17618 |


