ANALISIS KOMPARATIF KONSUMSI ENERGI TERBARUKAN DAN ENERGI TIDAK TERBARUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 1990-2024

SETIAWAN, Salwa Lutfiah and AMINATA, Jaka,(20 May 2026), ANALISIS KOMPARATIF KONSUMSI ENERGI TERBARUKAN DAN ENERGI TIDAK TERBARUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 1990-2024. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (5MB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (5MB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (5MB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (5MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (232kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (6MB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Ketergantungan struktural Indonesia terhadap bahan bakar fosil, dikombinasikan dengan tidak adanya studi yang secara simultan memasukkan energi terbarukan, energi tidak terbarukan, investasi, modal, dan tenaga kerja dalam satu kerangka jangka panjang untuk Indonesia, melatarbelakangi penelitian ini. Vector Error Correction Model (VECM) dengan uji kausalitas Granger, Impulse Response Function (IRF), dan Variance Decomposition diterapkan untuk menganalisis pengaruh ET, ENT, FDI, GCF, dan LFPR terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 1990–2024, memperluas penelitian sebelumnya dengan mencakup dinamika pasca-COVID. Kebaruan penelitian ini terletak pada kuantifikasi jangka panjang pertama yang secara simultan membandingkan elastisitas ET dan ENT bersama determinan investasi dan tenaga kerja dalam satu VECM, membuktikan kontribusi pertumbuhan energi terbarukan hampir tiga kali lebih besar dibandingkan energi fosil. Hasil estimasi menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, ET (0,028990), ENT (0,008965), FDI, dan LFPR terbukti positif dan signifikan, sementara GCF menunjukkan koefisien negatif (−0,168153) yang mencerminkan inefisiensi alokasi modal. Uji kausalitas Granger mengkonfirmasi hubungan satu arah dari PDB ke ET, mendukung conservation hypothesis. Variance Decomposition mengidentifikasi GCF sebagai penggerak utama volatilitas PDB (37,87–49,93%), sementara kontribusi FDI meningkat dari 3,82% menjadi 21,79%, konsisten dengan dinamika technology spillover. Temuan ini menjustifikasi prioritas investasi energi terbarukan sebagai instrumen kebijakan fiskal, disertai perbaikan alokasi modal domestik dan penguatan human capital sebagai pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Keywords : economic growth, renewable energy, non-renewable energy, VECM, Variance Decomposition, Indonesia, pertumbuhan ekonomi, energi terbarukan, energi tidak terbarukan, VECM, Variance Decomposition, Indonesia
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Salwa Lutfiah Setiawan
Date Deposited: 10 Jun 2026 08:57
Last Modified: 10 Jun 2026 08:57
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18144

Actions (login required)

View Item
View Item