PRASOJOHARTO, Prayogo,(19 June 2026), PERAN MEDIASI MANAJEMEN LABA DAN MODERASI MEKANISME TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMENGARUHI HUBUNGAN ANTARA KEBIJAKAN DIVIDEN DAN NILAI PERUSAHAAN. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (121kB)
Download (128kB)
Download (123kB)
Download (275kB)
Download (466kB)
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kebijakan dividen dan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan manajemen laba sebagai variabel mediasi serta mekanisme tata kelola perusahaan sebagai variabel pemoderasi. Secara spesifik, penelitian ini menguji peran mediasi manajemen laba dalam pengaruh kebijakan dividen yang diproksikan melalui dua ukuran, yaitu dividend payout ratio (DPR) dan dividend yield (DY), terhadap nilai perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga menguji apakah keahlian akuntansi direksi dan keberadaan komisaris independen dapat memperlemah hubungan antara kebijakan dividen dan praktik manajemen laba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis terhadap data perusahaan publik dilakukan dengan metode partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). Temuan empiris menunjukkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, manajemen laba tidak ditemukan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Lebih lanjut, manajemen laba tidak mampu berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kebijakan dividen dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pasar merespons kebijakan dividen secara langsung sebagai sinyal mengenai prospek dan arus kas perusahaan, tanpa melalui evaluasi kualitas laba berbasis akrual. Di samping itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa keahlian akuntansi direksi tidak terbukti memoderasi hubungan antara kebijakan dividen dan manajemen laba, baik ketika dividen diukur dengan DPR maupun DY. Sebaliknya, komisaris independen terbukti memoderasi hubungan tersebut secara terbatas dengan arah hubungan yang positif, sehingga tidak sejalan dengan hipotesis yang dirumuskan. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan proporsi komisaris independen tidak selalu menekan praktik manajemen laba dalam konteks tekanan pasar untuk mempertahankan stabilitas dividen. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan menegaskan batasan peran manajemen laba sebagai mekanisme transmisi antara kebijakan keuangan dan nilai perusahaan, serta memperkaya literatur teori sinyal dan teori agensi dengan menunjukkan bahwa efektivitas mekanisme tata kelola perusahaan bersifat kontekstual, tidak universal. Temuan penelitian ini mengandung implikasi praktis bagi regulator, dewan komisaris, dan investor pasar modal dalam memahami keterbatasan pengawasan berbasis struktur formal serta pentingnya mempertimbangkan dinamika pasar ketika menilai kebijakan dividen dan nilai perusahaan.
| Keywords : | UNSPECIFIED, kebijakan dividen, manajemen laba, nilai perusahaan, tata kelola perusahaan, teori agensi, teori sinyal |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (PhD) |
| Subjects: | Akuntansi |
| Depositing User: | Prayogo Prasojoharto |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 04:30 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 04:31 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18737 |


