PRAYOGA, Muhammad Rafli and PURWANTI, Evi Yulia,(21 September 2026), ANALISIS DETERMINAN EDUCATIONAL MISMATCH PADA LULUSAN PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA (STUDI DATA SAKERNAS 2024). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (297kB)
Download (290kB)
Download (294kB)
Download (305kB)
Download (317kB)
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Ekspansi pendidikan tinggi di Indonesia berhasil meningkatkan proporsi tenaga kerja terdidik, namun belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja berkualifikasi tinggi yang memadai di pasar kerja domestik. Ketidakseimbangan ini memunculkan fenomena educational mismatch yang berpotensi berdampak negatif terhadap penurunan tingkat upah (penalti upah), penurunan kepuasan kerja, hingga inefisiensi alokasi modal manusia yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik educational mismatch pada lulusan pendidikan tinggi di Indonesia serta menguji pengaruh karakteristik pendidikan, demografi, pekerjaan, dan spasial terhadap probabilitas terjadinya mere vertical mismatch, mere horizontal mismatch, dan full mismatch dibandingkan dengan kondisi full match.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan memanfaatkan raw data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Agustus 2024 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sampel penelitian mencakup 43.286 pekerja lulusan pendidikan tinggi yang dianalisis menggunakan regresi logistik multinomial (multinomial logistic regression).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,56% pekerja mengalami educational mismatch dalam berbagai bentuk, dengan full mismatch sebagai proporsi tertinggi (27,39%). Tingkat pendidikan tinggi dan bidang studi berpengaruh signifikan terhadap seluruh kategori mismatch, dengan tingkat risiko tertinggi ditemukan pada bidang Agriculture, Forestry, Fisheries, and Veterinary serta Information and Communication Technologies. Usia dan jenis kelamin perempuan berhubungan negatif dan signifikan terhadap seluruh kategori mismatch, sedangkan status perkawinan hanya berpengaruh signifikan terhadap full mismatch. Status pekerjaan informal menjadi determinan dominan yang meningkatkan risiko mismatch secara signifikan pada ketiga kategori. Adapun karakteristik spasial menunjukkan bahwa tempat tinggal di wilayah perkotaan hanya signifikan terhadap mere horizontal mismatch, sementara domisili di wilayah Jawa–Bali berhubungan dengan penurunan risiko mere vertical mismatch dan full mismatch. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan penyelarasan kuota penerimaan mahasiswa dengan kebutuhan pasar kerja, pemerataan investasi di luar Jawa–Bali, penguatan sektor formal, serta evaluasi kurikulum pada program studi dengan risiko mismatch yang tinggi.
| Keywords : | educational mismatch, labor market, higher education, SAKERNAS, multinomial logistic regression, educational mismatch, pasar kerja, pendidikan tinggi, SAKERNAS, multinomial logistic regression |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Muhammad Rafli Prayoga |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 03:07 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 03:08 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18905 |


