DAMPAK KEBIJAKAN INSENTIF LIKUIDITAS MAKROPRUDENSIAL HIJAU TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM DI INDONESIA TAHUN 2018-2025

DARMAPUTRA, Revalino Hapsoro and HAYATI, Banatul,(26 August 2026), DAMPAK KEBIJAKAN INSENTIF LIKUIDITAS MAKROPRUDENSIAL HIJAU TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM DI INDONESIA TAHUN 2018-2025. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (80kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (32kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (31kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (44kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (177kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Profitabilitas merupakan indikator utama kesehatan bank, namun penerapan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial Hijau (KLM) sejak Oktober 2023 menimbulkan pertanyaan apakah insentif pembiayaan hijau tersebut benar benarmendorong profitabilitas perbankan, mengingat ekspansi kredit ke sektor baru berpotensi membawa risiko dan biaya adaptasi tersendiri bagi bank. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kebijakan KLM dan Green Loan Ratio (GLR) terhadap profitabilitas Bank Umum Konvensional (BUK) di Indonesia, termasuk kemungkinan adanya hubungan non-linear antara intensitas kredit hijau dan profitabilitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis panel pada model regresi data panel Fixed Effects. Data yang digunakan adalah laporan keuangan triwulanan 21 Bank Umum Konvensional periode 2018 hingga 2025 dan672 observasi. Variabel dependen adalah profitabilitas bank yang diproksikan dengan logaritma natural laba bersih, variabel independen adalah dummy waktu kebijakan, GLR dalam bentuk linear dan kuadratik, serta interaksi keduanya, dengan variabel kontrol Non-Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), dan total aset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas bank lebih tinggi pada periode setelah penerapan KLM. GLR menunjukkan hubungan non-linear berbentuk U terhadap profitabilitas, menurun pada level rendah hingga menengah dan meningkat kembali setelah melewati titik balik pada kisaran 25 sampai 32 persen, meski signifikansinya hanya pada taraf 10 persen. Interaksi dummy waktu dengan GLR kuadrat tidak signifikan, sehingga belum ada cukup bukti bahwa kebijakan secara kausal mengubah pola hubungan tersebut. NPL berpengaruh negatif signifikan, sementara LDR, KPMM, dan total aset berpengaruh positif signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor fundamental perbankan lebih konsisten memengaruhi profitabilitas dibandingkan kebijakan itu sendiri, sehingga regulator perlu mengevaluasi desain insentif kebijakan secara berkelanjutan.
Keywords : Green Macroprudential Liquidity Incentive Policy, Bank Profitability, Green Credit, Fixed Effect., Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial Hijau, Profitabilitas Bank, Kredit Hijau, Fixed Effect.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Revalino Hapsoro Darmaputra
Date Deposited: 25 Sep 2026 09:30
Last Modified: 25 Sep 2026 09:30
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18922

Actions (login required)

View Item
View Item