THE EFFECT OF MANUFACTURING VALUE ADDED ON ECONOMIC GROWTH: EMPRICAL EVIDENCE FROM ASEAN-5 + 3

AMAL, M Ikhlasul and AGUSTIN, Esther Sri Astuti Soeryaningrum,(9 February 2026), THE EFFECT OF MANUFACTURING VALUE ADDED ON ECONOMIC GROWTH: EMPRICAL EVIDENCE FROM ASEAN-5 + 3. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (236kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (204kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (204kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (215kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (275kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi faktor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi di delapan negara Asia terpilih (Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina) selama periode 2011–2024. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah mesin manufaktur dan akumulasi modal tradisional masih mendorong pertumbuhan di wilayah ini atau apakah teknologi telah menjadi pendorong utama. Ini dilakukan di tengah pergeseran struktural dari industrialisasi tradisional menuju ekonomi digital. Studi ini menganalisis dampak Nilai Tambah Manufaktur (MVA), Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), Ketenagakerjaan, dan Teknologi (diproksikan dengan langganan Fixed Broadband) terhadap pertumbuhan PDB menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel dan Model Efek Tetap (FEM). Hasil empiris menunjukkan bahwa variabel "Ekonomi Lama" tetap menjadi kekuatan dominan dalam Pembangunan. Pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan ekonomi ditunjukkan oleh nilai tambah manufaktur dan pembentukan modal. Ini membuktikan hipotesis pertumbuhan Neoklasik dan Hukum Pertumbuhan Kaldor. Sebaliknya, teknologi memiliki dampak positif tetapi tidak signifikan secara statistik, mengkonfirmasi "Paradoks Produktivitas Solow" di Asia. Ini menunjukkan bahwa meskipun infrastruktur digital telah diakses secara luas, pemanfaatannya belum mencapai massa atau integrasi produktif yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan agregat secara mandiri. Studi ini menemukan bahwa jika negara berkembang seperti Indonesia ingin keluar dari Trap Pendapatan Menengah, mereka harus menggunakan strategi "Mesin Ganda" untuk merevitalisasi industrialisasi dan meningkatkan kapasitas modal manusia untuk mengubah akses digital menjadi penggunaan yang produktif.
Keywords : Economic Growth, Manufacturing Value Added, Solow Paradox, Factory Asia., Pertumbuhan Ekonomi, Nilai Tambah Manufaktur, Paradoks Solow, Factory Asia.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: M. Ikhlasul Amal
Date Deposited: 10 Mar 2026 01:13
Last Modified: 10 Mar 2026 01:13
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17763

Actions (login required)

View Item
View Item